AJARKAN TUHAN BAGAIMANA MENULIS PUISI
-- asuramang
Biar kukisahkan lagi sebuah puisi
dari penyair yang mati ditabrak taksi
".... Tang!"
lantangmu berdentang panjang
kernyit di dahimu pun hilang
diganti siulan dan tepuk tangan orang
"Ada daun jatuh, tulis!"
ajakmu girang pergaulan
pada orang asing, sanak saudara, dan handai taulan
peziarah merah, pelawat berkudung hitam, dan juga rombongan kawan
karena menulis puisi
adalah menulis kehidupan
karena menulis kehidupan
adalah menulis kemenangan
"Tak usahlah terlalu dipusingkan bagaimana menulis puisi"
itu kalimat sekarang berlaku untukmu
karena tak lagi sempat, teman,
karena tak sempat kau menulis baris-baris bunyi
dengan rima dan ketukan fantasi
Kini terbanglah kau! Bahkan lebih cepat
dari concorde mesin perancis yang melesat
Tegak lurus ke hadapan khalikmu,
tuhan yang kau sapa bapak!
Lalu kau ajak Ia menulis puisi,
karena puisimu amatlah indah.
Dan semoga ia turun dalam genderang bertalu
seiring deras hujan di malam minggu.