PROFILE


Senjata Semesta
An Angel in Nekropolis;
The Kingdom of the Dead

"Jangan kamu menyangka, bahwa aku datang untuk membawa damai diatas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang."
(Matius 10:34)



Quote of the week:
"Smooth ice is paradise, for those who dance with expertise." -Friedrich Nietzsche, 'For Dancers'.

Contact Me through this cyber stuff: senjata_semesta(at)yahoo.com


Add Me @ Friendsta'


Fly With Me To The 'Space'

PREVIOUS POSTS

As I Walk Through the Music Thank You Ibu Hari Tanpa Belanja Sedunia Statistik Konsumsi Aloha!

ARCHIVES

11/23/2003 - 11/30/2003
11/30/2003 - 12/07/2003
03/07/2004 - 03/14/2004
04/11/2004 - 04/18/2004
05/09/2004 - 05/16/2004
05/16/2004 - 05/23/2004
05/23/2004 - 05/30/2004
06/27/2004 - 07/04/2004
11/07/2004 - 11/14/2004
11/21/2004 - 11/28/2004
11/28/2004 - 12/05/2004
12/05/2004 - 12/12/2004
12/12/2004 - 12/19/2004
12/26/2004 - 01/02/2005
09/18/2005 - 09/25/2005
02/05/2006 - 02/12/2006
03/05/2006 - 03/12/2006
04/01/2007 - 04/08/2007

LINKS

Jaringan Otonomis
New Babylon
Anarkia
Jakarta Anarchist Resistance
Food Not Bombs
Indymedia
Cyber Resistance
Lyssa Belum Tidur
Sayap Ikarus
Madu-Racun

'MASSAGES'



Name
Email
URI
Msg

join my Notify List and get notification email when I update this site:
email:
Powered by NotifyList.com



Users Online @ This Precious Moment

DOWNLOAD


9.3.04

AJARKAN TUHAN BAGAIMANA MENULIS PUISI
-- asuramang

Biar kukisahkan lagi sebuah puisi
dari penyair yang mati ditabrak taksi

".... Tang!"
lantangmu berdentang panjang
kernyit di dahimu pun hilang
diganti siulan dan tepuk tangan orang

"Ada daun jatuh, tulis!"
ajakmu girang pergaulan
pada orang asing, sanak saudara, dan handai taulan
peziarah merah, pelawat berkudung hitam, dan juga rombongan kawan

karena menulis puisi
adalah menulis kehidupan
karena menulis kehidupan
adalah menulis kemenangan

"Tak usahlah terlalu dipusingkan bagaimana menulis puisi"
itu kalimat sekarang berlaku untukmu
karena tak lagi sempat, teman,
karena tak sempat kau menulis baris-baris bunyi
dengan rima dan ketukan fantasi

Kini terbanglah kau! Bahkan lebih cepat
dari concorde mesin perancis yang melesat

Tegak lurus ke hadapan khalikmu,
tuhan yang kau sapa bapak!

Lalu kau ajak Ia menulis puisi,
karena puisimu amatlah indah.
Dan semoga ia turun dalam genderang bertalu
seiring deras hujan di malam minggu.